Polytron Indonesia Open 2026: Istora Kembali Bergairah dan Jadi Barometer Dunia

Ada sesuatu yang jauh berbeda dalam turnamen Polytron Indonesia Open 2026, 2-7 Juni di Istora Gelora Bung Karno, Senayan.

Share:
article
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin Runner-Up Polytron Indonesia Open 2026/Foto: PBSI
Bulutangkis
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin Runner-Up Polytron Indonesia Open 2026/Foto: PBSI

Panitia Penyelenggara Polytron Indonesia Open 2026 memanfaatkan teknologi Light Emitting Diode (LED) di pinggir lapangan.

Ini merupakan sebuah terobosan perdana dalam sejarah turnamen BWF di tanah air. Tak hanya itu, di ruang media center juga menggunakan teknologi LED dimana jurnalis bisa menonton pertandingan tanpa menggunakan televisi lagi.

Ketua Panitia Penyelenggara Polytron Indonesia Open 2026, Achmad Budiharto mengatakan, sesuai dengan tagline 'Pride of the Nation', artinya turnamen ini ingin memberikan kebanggaan, yang pertama adalah kebanggaan buat masyarakat Indonesia, kemudian juga kebanggaan buat BWF (Badminton World Federation) dan PBSI.

"Jadi pada waktu event ini dirancang secara konsep, ada beberapa objektif yang mau kita capai. Yang pertama adalah kita ingin mengembalikan lagi euforia bulutangkis Indonesia," ujar pria yang akrab disapa Budi.

"Itu yang mau kita dapatkan dengan beberapa pendekatan, salah satunya adalah pendekatan yang kita mau bentuk adalah kita ingin membuat euforia itu melalui hal-hal yang bisa memenuhi harapan pecinta bulutangkis semuanya,” katanya.

Player Lounge yang Dipuji Atlet Dunia

Salah satu perubahan yang terlihat di Polytron Indonesia Open 2026 selain penggunaan teknologi adalah fasilitas player lounge.

Player lounge tentu sangat krusial bagi atlet-atlet yang akan bertanding. Di sini-lah mereka akan mempersiapkan diri sebelum turun ke arena pertempuran.

[Baca Juga: An Se-young Ingin Jadi Atlet Tak Terkalahkan]


Baca Juga

Sabar/Reza Runner-up Australia Open 2026

Alwi Farhan Juara Australia Open 2026

Ana/Trias Runner-up Australia Open 2026

Hasil Australia Open 2026: Ubed Tembus Semifinal

Candra Wijaya Kembali Gelar Turnamen Khusus Ganda