Polytron Indonesia Open 2026: Istora Kembali Bergairah dan Jadi Barometer Dunia
Ada sesuatu yang jauh berbeda dalam turnamen Polytron Indonesia Open 2026, 2-7 Juni di Istora Gelora Bung Karno, Senayan.
[Baca Juga: Raymond/Joaquin Tak Mau Terbebani Main di Final Turnamen Super 1000 Pertama]
Di sektor ganda putra, Indonesia kini punya napas baru, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Ketika senior-seniornya mulai meredup, Raymond/Joaquin membawa harapan baru.
Di Polytron Indonesia Open 2026, Raymond/Joaquin membuat kejutan dengan melaju hingga final turnamen Super 1000 pertama sepanjang kariernya.
Sayang, di partai puncak, Raymond/Joaquin kalah dari pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin.
Walau sedang naik daun, Raymond/Joaquin mendapat wejangan dari legenda bulutangkis Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo.
Menurut Kevin, Raymond/Joaquin baru melewati satu fase sebagai atlet yang sedang naik daun. Setelah ini, tantangan lebih berat sudah menanti.
"Dari sisi umur juga mereka masih cukup muda dan ereka udah pernah menjadi juara. Jujur itu adalah modal yang sangat baik juga untuk mereka," kata Kevin.
"Tapi itu baru tantangan pertama. Setelah itu bagaimana mereka bisa mengatur mentalitas dan semua ekspektasi tinggi fans. Itu akan jauh lebih sulit," ucap mantan ganda putra yang berpasangan dengan Marcus Fernaldi Gideon.
Kemudian, ada sosok Alwi Farhan. Walau lajunya terhenti di babak 16 besar, tampil di Polytron Indonesia Open 2026 yang merupakan turnamen BWF Super 1000 menjadi pengalaman berharga baginya.




